Jelang G20 Pemerintah Repot Mikir Parkir Pesawat, Ada Kepala Negara Bawa 3 Pesawat lho!

Gempita.co – Mengingat kapasitas pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali terbatas, hal teknis parkir pesawat dibahas pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, saat ini pemerintah masih akan lanjutan mengenai parkir pesawat kepala negara akan datang ke KTT G20 di Bali.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, dari informasi yang diterima pemerintah bahkan beberapa kepala negara harus menerbangkan 3 pesawat.

“Karena ada kepala negara yang bawa 3 pesawat. Padahal kan kemampuan parking space di sana kan terbatas juga. Sekarang pesawat yang masuk ke Bali sudah 132% dua minggu, sekarang saya gak tahu berapa,” jelas Luhut saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Rabu (12/10/2022).

Luhut menjelaskan, selain Bandara I Gusti Ngurah Rai, pemerintah juga akan mempersiapkan Bandara Internasional Lombok, Bandara Internasional Juanda, dan Bandara Internasional Banyuwangi sebagai tempat parkir pesawat kepala-kepala negara G20.

Adapun penentuan lokasi parkir pesawat setiap kepala negara masih dibahas pemerintah. Misalnya, pesawat kepala negara China, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Jerman, dan seterusnya akan diperkirakan di bandara apa.

“Jadi nanti sebagian setelah dia drop passengers-nya, mungkin dia akan kita taruh di Lombok, di Surabaya, atau di Banyuwangi,” tuturnya.

“Kita lihat nanti (penentuan tempat parkir masing-masing negara), lagi kita rapatkan,” kata Luhut lagi.

Adapun melansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan, Terminal VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali telah siap untuk menyambut para kepala negara yang akan hadir secara fisik di KTT G20 di Bali.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran resminya tersebut menjelaskan, revitalisasi sudah mencapai 99%.

Surprise, dalam waktu 3,5 bulan revitalisasi terminal VVIP ini sudah bisa kita selesaikan. Kita memang harus siapkan terminal ini dengan anggun dan apik, karena akan menjadi titik jumpa para pemimpin negara. Sehingga bisa memberikan impresi atau kesan yang baik dari para tamu negara G20,” jelas Budi dalam siaran resminya, dikutip Rabu (12/10/2022).

Pos terkait