Kemendikbudristek Pastikan Cuma 3 Sekolah Jadi Klaster Covid-19

Gempita
Gempita.co berita terkini hari ini

Gempita.co- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaporkan, saat ini hanya tiga sekolah yang tercatat menjadi klaster covid-19.

Ketiga sekolah itu pun terpaksa ditutup dan belum bisa menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Bacaan Lainnya

“Saat ini ada 3 sekolah. Ada SMA 1 Padang Panjang, SMP 3 dan 4 Mrebet Purbalingga. Yang dua (di Purbalingga) ini memang belum buka PTM,” ungkap Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbudristek, Jumeri kepada Media Indonesia, Jumat (24/9).

Berdasarkan data tersebut, sebenarnya hanya satu sekolah yang menjadi klaster setelah sempat menjalankan PTM terbatas. SMA 1 Pandang Panjang saja, sedang dua sekolah di Purbalingga memang sama sekali belum memulai PTM terbatas.

PTM terbatas dilaksanakan berdasarkan SKB 4 Menteri. Semua sekolah wajib memberi opsi PTM selain pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terpaksa dilaksanakan karena pandemi.

Meski semua sekolah wajib memberi opsi PTM terbatas, hal itu tidak serta merta semua sekolah harus segera dibuka. Dalam aturan itu hanya sekolah yang sudah siap alias mengisi daftar periksa dan mempersiapkan sarana prasarana kesehatan.

Pelaksanaan PTM terbatas juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hanya daerah dengan level PPKM satu hingga tiga yang diperbolehkan membuka sekolah. Dan kembali lagi bahwa orang tualah yang menentukan anak-anak mengikuti PTM atau PJJ.

Jumeri menambahkan bahwa data Kemendikbudristek yang mencatat lebih dari dari seribu sekolah jadi klaster covid-19 merupakan total sekolah sejak Maret lalu. Artinya angka itu tidak menggambarkan kondisi saat ini, tetapi lebih pada akumulasi sekolah yang pernah ditutup dan melaporkan pada pihak pemerintah.

“Itu akumulasi sejak Maret 2020,” kata dia.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek terus berkoorinasi dan mendorong pelaksanaan PTM di hampir semua sekolah. Bahkan pemerintah juga tengah mengakselerasi vaksinasi guru dan siswa sebagai salah satu upaya mempercepat PTM.

Pos terkait