Kepri Butuh Sosok Gubernur Pembawa Perubahan dan Pembaharuan

Ilustrasi Pilkada/net
ilustrasi

Tanjungpinang, Gempita.co-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membutuhkan sosok gubernur yang mampu membawa perubahan dan pembaharuan. Pemimpin yang mampu mengimplementasi kinerja terbaik dalam fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

Masyarakat harus selektif, cermat memilih calon pemimpin yang akan dipilihnya dalam gelaran Pilgub Kepri 2020 mendatang. Sehingga tidak asal pilih calon kepala daerah yang hanya mampu mengumbar janji-janji manis.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Demikian disampaikan Ketua DPW LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Provinsi Kepri, Yusdianto, usai mengikuti pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kota Tanjungpinang di Hotel CK, Rabu, (11/3/2020).

“Saya yakin masyarakat Kepri sudah lebih cermat dalam menentukan pilihan siapa sosok yang layak menjadi orang nomor satu di Provinsi ini,” kata Yusdianto.

“Kenapa demikian? Karena apa yang mereka rasakan lima tahun belakangan ini, menjadi referensi mereka dalam memilih gubernur mendatang,” sambungnya.

Menurutnya, tidak lama lagi akan muncul nama-nama kandidat yang maju mencalonkan diri dalam perhelatan Pilgub 2020. “Akankah para kandidat ini melakukan cara dan sistem yang sama, yakni memberikan buaian dengan menggelontorkan segudang janji-janji manis lewat kontrak politiknya?”, tanyanya.

Ia menegasan, masyarakat Kepri sudah tidak termakan dengan itu. Sehingga salah besar bila masih itu yang diperdengungkan. “Bukan siapa yang kuat dan siapa yang hebat. Melainkan yang menjadi pilihan masyarakat yakni, siapa yang benar-benar merakyat, dan siapa yang benar-benar bermasyarakat,” tegas Yusdianto.

Berdasarkan pantauan Gempita, jelasnya, yang menyebar di tujuh Kabupaten/Kota Provinsi Kepri, bisa dikatakan yang menjadi harapan masyarakat Kepri yakni adanya perubahan dan pembaharuan. “Perubahan dalam bentuk pemerataan pembangunan segala sektor di setiap daerah. Bukan pengkotakan seperti sebelum-sebelumnya. Hanya beberapa daerah saja yang dapat perhatian,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, pembaharuan yang dimaksud, yakni ekonomi kemasyarakatan dan kelangsungan hajat hidup keseluruhan masyarakat Kepri. “Bagaimana kesejahteraan masyarakat Kepri bisa meningkat, bila iklim perekonomian di Kepri saja mulai lesu tidak bergaung,” ucapnya.

Investor Menarik Diri

Ketua DPW Gempita Provinsi Kepri Yusdianto/istimewa
Ketua DPW Gempita Provinsi Kepri Yusdianto/istimewa

Beberapa tahun belakangan ini, masih menurut Yusdianto, investor asing di Kepri bisa dibilang sebahagian mulai menarik diri, bukan sebaliknya. “Ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencari tahu kenapa dan mengapa?,” imbuhnya.

“Dimana titik kesalahannya, apakah sistem dan aturan yang berbelit? Jangan jadi pembiaran berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menuturkan, begitu banyak potensi segala bidang. Kepri kaya akan hal itu. Namun secara keseluruhan belum dirasakan masyarakat. “Ini merupakan momen penting yang menjadi acuan bagi para kandidat nantinya yang maju di pilgub 2020 ini,” katanya.

“Bagaimana menciptakan perubahan dan pembaharuan yang benar-benar dirasakan masyarakat secara keseluruhan,” tutup Yusdianto.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali