Libas Arkha Mandiri Melalui Drama Adu Penalti, Dejan FC Juara Turnamen Tarkam Pakujaya Cup VIII

TANGERANG, Gempita.co-Tuntas sudah perhelatan sepakbola tarkam Pakujaya Cup VIII 2023.Tim Dejan FC keluar sebagai juara usai mengalahkan kesebelasan Arkha Mandiri lewat drama adu penalti. Dejan dari Kota Depok akhirnya tampil sebagai juara baru di musim ini.

Ribuan penonton yang memadati Stadion Mini Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel, Minggu (16/7) sore menjadi saksi duel super alot antara Dejan versus Arkha Mandiri dari Cikupa Kabupaten Tangerang.

Kedua tim bermain imbang 0-0 di dua babak. Ketatnya pertandingan memaksa adu tendangan dari titik putih penalti menjadi penyelesaian.

Dejan berkesempatan melakukan tendangan pertama melalui Gora. Pemain asing ini sukses mengecoh kiper Arkha Mandiri, Amin.

Arkha Mandiri membalas lewat eksekusi Asri Akbar. Tendangannya tak bisa diantisipasi kiper Dejan, Pras Aditya. Skor 1-1.

Benyamin membawa Dejan unggul 2-1 setelah eksekusinya tak terbaca Amin. Arkha Mandiri gagal menceploskan bola setelah tendangan Musa membentur tiang kiri gawang Pras.

Andi Sofyan mengubah skor 3-1 setelah tendangannya tak bisa dihalau Amin. Arkha Mandiri kembali gagal di penendang ketiga yakni, Bustomi setelah eksekusinya diblok Pras.

Legiun asing, Amadou memastikan kemenangan Dejan. Tendangannya menerobos ke gawang Arkha Mandiri. Skor 4-1 untuk Dejan. Skor ini tak bisa dikejar Arkha Mandiri.

Dejan menjadi juara baru di musim ini menggantikan tim asal Parigi Baru, Pondok Aren, Denis. Denis FC sebagai juara bertahan selama dua musim, tersingkir di babak 16 besar.

“Senang. Senang sekali bisa juara di Pakujaya Cup ini. Dari awal, saya memang sudah yakin bisa merebut juara,” ucap Sam, Manajer Dejan.

Duel final itu sendiri berlangsung ketat di dua babak. Di babak pertama, kedua tim.bermain imbang 0-0.

Arkha Mandiri lebih dominan menyerang. Namun tekanan yang dilakukan Arkha Mandiri lewat Musa, Emeka, maupun Bustomi tak ada yang membahayakan bagi lini pertahanan Dejan yang dikawal Ivan, Wawan, Pram, dan Bouman.

Kubu Dejan memberi ancaman melalui duo legiun asing, Salip dan Gora. Tapi finishing touch mereka masih menjadi kendala. Skor 0-0 hingga wasit Eka meniup peluit panjang tanda jeda pertandingan.

Lima menit babak kedua berlangsung, Dejan merotasi dua pemainnya sekaligus. Suhendi Aray diganti Andi Sofyan. Kemudian, Pram keluar digantikan Adit.

Menit 19, Arkha Mandiri melakukan pergantian. Fikri diganti Idang. Dejan masih memegang kendali permainan. Andi Sofyan maupun Gora kerap melancarkan tendangan langsung ke gawang Arkha Mandiri.

Menit 23, Dejan kembali mengganti dua pemainnya. Reza Diganti Jackson, Salip diganti Apip.

Peluang emas didapat Gora di menit 25. Gora melepaskan tendangan ke gawang. Namun posisinya offside. Skor babak kedua tetap 0-0.

Ketua Asprov PSSI Banten, Pilar Saga Ichsan mengapresiasi penampilan kedua tim.

“Luar biasa permainan kedua klub. Ball possesion 50:50. Luar biasa juga panitia yang sudah melangsungkan turnamen ini,” ucap Wakil Wali Kota Tangsel itu.

Dejan yang tampil sebagai juara berhak memboyong trofi dan uang Rp 50 juta. Arkha Mandiri mendapat Rp 30 juta. Sementara, Tujuh FC dan Aseng FC sebagai juara bersama membawa pulang masing-masing Rp 10 juta.

Pilar Saga Ichsan juga memberikan bonus kepada empat tim yang berprestasi. Dejan Rp 3,5 juta, Arkha Mandiri Rp 2,5 juta dan Tujuh FC serta kesebelasan Aseng masing-masing Rp 1,5 juta.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali