Pengakuan 2 Pebalap MotoGP Usai Tanding di Sirkuit Mandalika

Gempita.co – Balapan MotoGP Mandalika 2022 berlangsung dengan kondisi trek basah akibat guyuran hujan cukup deras sebelum race berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kondisi tersebut membuat para rider harus melangsungkan balapan di kondisi yang sangat ekstrem dengan beragam tantangan. Mulai dari jarak pandang (visibilitas) nol, hingga trek yang kotor karena debu bercampur air.

Bacaan Lainnya

“(Visibilitas) sangat buruk. Sebuah bencana. Pada lap pertama, semua motor MotoGP menyemprotkan banyak air. Jadi bayangkan ketika di depan Anda ada 16 motor MotoGP. Ini sangat sulit. Anda tidak dapat melihat,” kata Mir dikutip dari Crash.

Mir menjelaskan bahwa situasi hujan dan trek yang basah membuatnya kesulitan melihat motor di depannya. Bahkan, ia mengaku sangat kesulitan untuk melihat secara langsung tikungan atau pun para rider lainnya.

“Kadang saya hanya mengikuti garis, tetapi tidak tahu persis di mana tikungannya,” tambah pebalap yang start dari posisi 18 itu.

Rekan Joan Mir, Alex Rins turut sependapat dengan hal tersebut. Rins menilai bahwa dalam balap di Mandalika Indonesia kemarin, kondisi treknya tidak kering, maka balap akan sulit dilakukan lantaran aspal mulai terkelupas di beberapa bagian.

“Bahkan saat (balap berlangsung dalam kondisi) basah, kami merasakan (kerikil) aspal mengenai tubuh kami dari pengendara di depan, jadi bayangkan (jika balap dilakukan) dalam kondisi kering. Untungnya, tidak ada yang terluka,” kata Rins.

Mir dan Rins berharap kekurangan tersebut bisa segera diatasi. Ia juga berharap otoritas MotoGP 2022 melakukan pengaspalan ulang di Sirkuit Mandalika untuk balap MotoGP di musim 2023.

Sementara itu, Roadgrip Motorsport Indonesia (RMI) juga turut menyarankan bahwa aspal Sirkuit Mandalika perlu diaspal ulang.

RMI sebagai salah satu kontraktor yang mengerjakan pembangunan Sirkuit Mandalika merekomendasikan pengaspalan ulang untuk semua trek Mandalika. Hal itu diungkapkan oleh General Manager RMI, Simon Gardini.

“Kami pernah melayani yang terburuk. Jadi jika mendapatkan dua pertiga masalah servis, itu masih sedikit kompromi karena kami melakukannya dengan sangat cepat. Jadi di sini bahasannya bukan setelah balapan selesai,” kata Gardini dikutip dari CNNIndonesia.

“Lalu apa selanjutnya? Saya pikir aspal yang sekarang disamakan kualitas, jenis, dan semuanya. Jadi saya pikir mungkin kami akan merekomendasikan pengaspalan baru semuanya,” ucap lelaki berambut putih tersebut.

Soal kekurangan lain di sekitar sirkuit, Gardini percaya waktu selama satu tahun ke depan, sebelum MotoGP 2023 digelar, akan teratasi. Dalam hal ini RMI akan berkoordinasi dan bekerja secara maksimal.

“Pada saat yang sama saya yakin kami dapat mengatasi area lain di luar jalur dengan alat baru dan semacamnya. Dan, Anda tahu, kami akan melakukan banyak hal dengan sempurna ke depan, itu akan bertahan bertahun-tahun,” katanya lagi.

Sekadar informasi, sebelum digelarnya MotoGP Mandalika 2022, pihak kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) dan RMI telah melakukan pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika di sejumlah titik, tepatnya dari tikungan ke-17 sampai tikungan ke-5.

Pengaspalan ulang itu juga berdasarkan saran dan masukan dari sejumlah rider MotoGP 2022 yang melakukan tes pramusim di Sirkuit Mandalika pada Februari 2022 lalu. Beberapa rider mengeluhkan kerikil terkelupas dari aspal, sehingga sangat membahayakan para rider.

Sumber: Times Indonesia

Pos terkait