Ragam

Marak Terapi Alat Vital Abal-abal, Cucu Mak Erot Turun Gunung

Ilustrasi

Gempita.co – Sebagai ahli terapi pembesar alat vital, nama almarhumah Mak Erot seolah sudah melegenda di Jawa Barat. Sepeninggal perempuan itu muncul sejumlah pihak yang mengklaim sebagai keturunan sekaligus pewaris ilmu terapi alat vital.

Alih-alih melakukan terapi alami dengan pemijatan ditambah ramuan, tidak sedikit terapis yang ‘menjual’ nama Mak Erot itu malah menggunakan obat-obatan kimia, vacum untuk Mr P hingga suntikan.

Hal ini yang kemudian melandasi keturunan Mak Erot untuk meluruskan silsilah dan garis keturunan asli dari legenda ahli terapi MR P tersebut.

“Akhirnya banyak dari mereka pasien terapi yang kemudian datang ke keturunan aslinya setelah melakukan pencarian sendiri. Mereka ingin memperbaiki alat vitalnya yang malah rusak setelah menjalani terapi abal-abal yang mengatasnamakan emak,” kata Aa Akmal cucu Mak Erot, dilansir dari detik.com, Senin (25/10/2021).

Akmal menyebut terapis abal-abal itu biasanya menggunakan kimia atau obat-obatan khusus. Tidak jarang juga menggunakan alat suntik.

“Kalau kami asli, minyak khusus dan ramuan. Ada pemijatan dan ritual khusus jadi tidak pakai suntikan atau vacum agar alat vital bengkak dan membesar,” kata Akmal.

Menurut Akmal, praktik-praktik mengatasnamakan Mak Erot tentu merugikan keluarga besarnya terutama pewaris ilmu reparasi alat vital tersebut. Tidak sedikit pasien yang kecewa kemudian mencap buruk keahlian mereka.

“Tentu kami yang dirugikan, kami yang mendapat kecaman. Padahal kami ini benar-benar hanya meneruskan kemampuan almarhumah emak yang dikenal menjalankan praktiknya secara tradisional lalu dirusak oleh praktisi terapi abal-abal yang bermodalkan nama besar emak,” ungkap Akmal.

Di kediaman Akmal di Kampung Cigadog Tonggoh, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi terlihat anak-anak Mak Erot yang masih hidup. Mereka adalah Tobi, Buyak dan Nahrudin ayah dari Akmal selain mereka bertiga sebenarnya ada seorang perempuan putri Mak Erot bernama Aenah.

Akmal memperlihatkan sebuah papan bertuliskan silsilah dan nama anak-cucu keturunan Mak Erot asli yang ia buat. Hal itu dikatakan Akmal untuk menghindari adanya pencatutan dan penyalahgunaan praktik Mak Erot.

“Putra-putri Mak Erot ini ada 7, 5 orang laki-laki dan 2 perempuan. Hampir semua mewarisi ilmu dan kemampuan dari almarhumah Mak Erot, seperti saya meskipun cucu tapi dapat warisan kemampuannya begitu juga dengan anak-cucu yang lain,” tutur Akmal.

Dalam papan yang diperlihatkan Akmal, tertulis nama-nama anak lengkap dengan cucunya. Nama-nama anak Mak Erot antara lain, Mak Khodijah (alm), Mista (alm), Abad (alm), Tobi, Buyak, Aenah dan Nahrudin.

“Untuk mendapat keahlian Mak Erot itu tidak mudah, ada lelaku atau ritual yang harus dijalani oleh pewaris ilmunya. Kalau memang keturunan emak, mulai dari jampi, ritual semua sama persis. Ilmu turun temurun, dari jaman emak ke keturunan sekarang tidak berubah,” terang dia.

“Ada doa ada puasa, menyempurnakan ilmunya sendiri. Jadi tidak sembarangan, tidak bisa semuanya menjalani ritual lelaku khusus. Mungkin untuk ramuan semua orang bisa meniru ya banyak lah beredar luas. Tapi doa yang benar-benar diturunkan emak belum tentu semua orang dapat atau bisa karena bukan keturunan emak,” sambung Akmal.

Tarif

Soal tarif untuk terapi Akmal tidak secara lugas menyebut, namun menurutnya terapi yang dilakukan pihaknya mayoritas 90 persen berhasil sesuai keinginan dari mereka yang datang.

“Kalau soal itu (tarif) disesusaikan, karena keluhan yang datang kan berbeda-beda bahkan ada yang sudah memiliki disfungsi alat vital yang menahun misalkan. Tapi 90 persen terapi asalkan ke keturunan Mak Erot asli Insya Allah tidak akan mengecewakan karena cara dan terapinya sama,” tutur dia.

Selain di Sukabumi, Akmal mengatakan tidak sedikit juga keturunan Mak Erot yang membuka di berbagai daerah di Indonesia. Untuk di Jakarta Akmal mengatakan ia membuka praktik di kawasan Jakarta Timur.

“Kalau mau bersilarurahmi atau sekedar mencari tahu tentang Mak Erot saya buka praktik di Jalan Masjid Bendungan, belakang Kantor Pos Cawang, Jakarta Timur,” jelas Akmal.

Sumber: detik.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top