Ragam

Merintih Kesakitan Saat Dibalsem, Pria Kenya Disangka Sudah Meninggal 4 Jam

Foto: the sun/youtube

Nairobi, Gempita.co – Peter Kigen (32) warga Kenya bikin geger rumah sakit, dianggap sudah meninggal tiba-tiba bangun saat petugas kamar mayat membalsemnya.

Surat kabar The Standard melaporkan, Kigen siuman 4 jam setelah dinyatakan meninggal pada Rabu lalu.

Kigen awalnya pingsan di rumahnya, di Kibwastuiyo, Bureti, setelah mengeluh sakit perut. Keluarga lalu membawanya ke Rumah Sakit Kapkatet pada Selasa malam.

Seorang saudara kandung, Kevin Kipkurui, mengatakan seorang perawat mengatakan Kigen telah meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit Kapkatet.

“Perawat itu kemudian memberikan dokumen untuk dibawa ke petugas kamar mayat sebelum jenazah saudara saya dipindahkan ke kamar mayat,” kata Kupkurui.

Namun saat staf kamar mayat bersiap mengeringkan darah dan memulai pembalseman, mereka menyadari Kigen masih hidup.

Kigen sadar kembali dan merintih kesakitan karena kakinya diiris untuk memulai proses pembalseman.

“Petugas pemakaman memanggil saya ke kamar mayat dan kami melihat dia bergerak. Kami terkejut. Kami tidak paham mengapa mereka pindahkan seseorang yang masih hidup ke kamar mayat,” tutur Kupkurui.

Setelah kejadian Kigen berbicara kepada wartawan dari ranjang rumah sakit tentang insiden aneh pada hari Rabu.

“Saya tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Bagaimana mereka menetapkan saya sudah mati. Saya bahkan tidak tahu di mana saya berada saat sadar, tapi saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan hidup saya,” ujarnya.

Sementara itu rumah sakit membantah petugasnya yang membawa Kigen ke kamar mayat, melainkan kerabat.

Pengawas medis Gilbert Cheruiyot mengklaim kerabat membawa Kigen ke kamar mayat sebelum menunggu sertifikasi kematian. Ini mengindikasikan kerabat yang mengasumsikan Kigen sudah meninggal.

“Mereka yang memindahkannya ke kamar mayat sendiri,” kata Cheruiyot.

Dia menambahkan saat itu petugas medis meminta kerabat bersabar karena upaya medis masih dilakukan.

“Mereka meminta kerabat untuk memberi waktu, tapi mereka menuduh para dokter menghabiskan terlalu banyak waktu dan memutuskan membawanya sendiri ke kamar mayat,” tuturnya.

Sementara itu setelah Kigen dipastikan masih hidup, dokter membawanya ke bangsal perawatan untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Kondisinya semakin membaik.

“Kami berharap dia bisa pulang dalam beberapa hari,” kata Cheruiyot.

Sumber: the standard

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top