Miliarder Inggris Minta Bantuan Dana Talangan dengan Jaminan Pulau

Branson menawarkan sebuah pulau di Karibia sebagai jaminan untuk mendapat pinjaman bagi Virgin Atlantic dari Pemerintah Britania Raya.(Foto: Ist)

Gempita.co – Akibat wabah virus Corona, miliarder Sir Richard Branson meminta pemerintah Inggris memberikan bantuan dana talangan untuk mencegah maskapai penerbangan Virgin Atlantic miliknya bangkrut.

Sir Richard sebagai pendiri Virgin Group di tahun 1970 meminta dana talangan sebesar 500 juta pound sterling atau setara dengan Rp 9, 6 triliun.

Branson menawarkan sebuah pulau di Karibia sebagai jaminan untuk mendapat pinjaman bagi Virgin Atlantic dari Pemerintah Britania Raya.

Diketahui, sekitar 70.000 orang bekerja di Virgin Grup yang tersebar di 35 negara. Saat ini Branson berjuang meyakinkan pemerintah untuk bersedia menyelamatkan bisnisnya.

Virgin Australia menguasai 31 persen pangsa pasar penerbangan domestik. Sementara, 58 persen lainnya dikuasai oleh perusahaan penerbangan Qantas.

Politikus lokal menyuarakan kekhawatiran bila maskapai benar-benar dibiarkan bangkrut, Qantas sebagai maskapai nasional akan memonopoli bisnis penerbangan di Australia.

Penjualan saham Virgin Atlantic telah ditangguhkan dalam perusahaan selama dua pekan karena Branson masih terus berjuang untuk menemukan rencana penyelamatan.

Pos terkait