Nambah Lagi Perusahaan Asing ‘Hijrah’ ke Indonesia

Ilustrasi/Ist

Jakarta, Gempita.co – Setelah sebelumnya tujuh perusahaan memastikan pindah, 17 lainnya bakal menyusul relokasi ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani mengatakan tambahan 17 perusahaan itu sudah menyatakan minatnya merelokasi pabrik ke Indonesia.

Bacaan Lainnya

Potensi investasi dari 17 perusahaan tersebut diperkirakan mencapai nilai US$37 miliar. “Proses relokasinya sudah mencapai 60% hingga 70%. Mudah-mudahan informasi ini bisa terealisasi untuk segera investasi di KIT Batang,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (10/9).

Dia menyebutkan salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia adalah LG Chemical. Potensi investasi perusahaan ini mencapai US$9,8 miliar dan serapan tenaga kerja mencapai 14.000 orang.

Holding PTPN melalui anak perusahaan PTPN IX bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Pembangunan Perumahan (PP), dan Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang, telah membentuk konsorsium untuk mempercepat realisasi pembangunan KIT Batang dengan total area seluas 4.368 hektare itu.

Sejak KIT Batang dipersiapkan, sudah ada tujuh perusahaan yang siap merelokasi pabriknya ke Indonesia, yaitu PT Meiloon Technology (Taiwan), PT Sagami Indonesia (Jepang), PT CDS Asia (Amerika Serikat), PT Kenda Rubber Indonesia (Taiwan), PT Denso Indonesia (Jepang), PT Panasonic Manufacturing Indonesia (Jepang), dan PT LG Electronics Indonesia (Korea Selatan).

Total nilai investasi yang diterima dari tujuh perusahaan tersebut mencapai US$850 juta atau sekitar Rp11,9 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 30.000 orang.

“Saat ini konsorsium pengelola mendata kebutuhan investor, terkait kebutuhan lahan, debit air, listrik, dan gas, paralel dengan perencanaan master plan yang segera difinalisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, setiap investor dipersilakan untuk memberikan informasi kebutuhan teknis dan spesifikasinya agar dapat mengakomodir keinginan investor. Dengan demikian, dapat mengakselerasi pekerjaan perencanaan dan konstruksi di lokasi.

Diperkirakan, awal tahun 2021 lokasi sudah siap dibangun. Dalam hal penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan akses utama, simpang susun dari jalan tol langsung menuju lokasi, sumber air baku, pelabuhan darat (dry port), akan bersinergi dengan pemerintah melalui APBN.

Untuk jaringan listrik telah bersinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta jaringan gas akan menyambung dengan pipa transmisi Cirebon-Semarang, sehingga KIT Batang betul-betul siap ditempati oleh investor dengan menawarkan harga yang kompetitif.

Ghani menjelaskan, dengan adanya realisasi investasi tersebut diproyeksikan akan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional dan merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan sebagai salah satu perusahaan BUMN dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Harapan kami tentunya semakin banyak investor yang berinvestasi di Indonesia untuk membantu kemajuan proyek industri, sekaligus dapat membantu langkah pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional,” tuturnya.

Pos terkait