Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, Gempita.co – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serika (AS) mulai berbalik arah setelah sebelumnya melemah. Mata uang Republik Indonesia ini mengalami penguatan cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 Maret 2020.

Di pasar spot, rupiah diperdagangkan di level Rp14.223 per dolar AS, menguat 0,29 persen dibanding penutupan perdagangan kemarin, Senin, 2 Maret 2020 di level Rp14.265 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesi, rupiah hari ini rata-rata diperdagangkan dikisaran Rp14.222 per dolar AS, menguat hingga 1,32 persen dibanding rata-rata perdagangan kemarin di kisaran Rp14.413 per dolar AS.

Analis Investasi Samuel Aset Manajemen, Adrian Karim Januar mengungkapkan, menguat pesatnya nilai tukar rupiah itu tidak terlepas dari kebijakan antisipasi wabah virus corona (Covid-19). Terutama yang telah diumumkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo kemarin, juga terkait kebijakan pemerintah maupun bank sentral negara lain.

“Ekspektasi stimulus moneter dan fiskal dari berbagai negara menjadi harapan dan dorongan positif pada pasar (keuangan),” kata dia.

Setelah Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia pada akhirnya positif terdapat wabah Covid-19, Perry langsung mengumumkan lima kebijakan tambahan. Yakni peningkatan intervensi pasar, maupun penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing dari delapan persen menjadi empat persen.

Serta penurunan GWM Rupiah sebesar 50 basis poin untuk bank yang membiayai kegiatan ekspor impor dalam 9 bulan ke depan, perluasan transaksi dasar untuk pasar Domestic Non Delivery Forward, dan penegasan BI terkait dengan penggunaan bank kustodian baik global maupun lokal untuk investor asing di Indonesia sesuai preferensi masing-masing.

“Penurunan GWM valuta asing tersebut diperkirakan dapat menambah likuiditas valas sebesar US$3,2 miliar,” ungkap dia.

Pos terkait