Panen Udang di Muara Gembong, Menteri Edhy Yakin Budidaya Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Bekasi, Gempita.co – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo optimistis tambak udang vaname bisa menjadi pengungkit ekonomi nasional.

Keyakinan ini, ia sampaikan saat menyaksikan panen parsial tambak rakyat yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mekar Sejahtera di kawasan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Satu kolam tambak yang semula menghasilkan 1,7 ton kini bisa meningkat hingga 4 ton.

“Sama-sama kita menyaksikan tambak udang bisa produktif. Ini fakta bukan sekedar cerita,” kata Menteri Edhy di Muara Gembong, Selasa (17/11).

Menteri Edhy mengungkapkan, hasil di Muara Gembong menunjukkan bentuk nyata dari sinergitas antarlembaga pemerintah. Terlebih tambak tersebut berada di atas tanah perhutanan sosial yang dikelola masyarakat setelah mendapat restu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sinergi dari Kementerian Koperasi dan UMKM mengisi sisi hilir produksi para pembudidaya.

“KLHK bantuan lahan. KKP bantuan teknis kegiatan. Ini sinergi yang semakin ditekankan. Ini bukan sekedar jargon tapi bukti hari ini, ada 80 orang yang bekerja (di tambak udang),” sambungnya.

Kedepan, Menteri Edhy memastikan KKP akan terus melakukan pembinaan kepada para pembudidaya. Terlebih berdasarkan data dari KLHK, terdapat sekitar 10 hektare lahan yang membentang di pesisir Bekasi, Karawang dan Subang yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan tambak rakyat.  Pembangunan tersebut pun mengusung konsep silvofishery atau perpaduan kegiatan konservasi dengan pemanfaatan ekonomi melalui budidaya berkelanjutan.

“KKP akan terus membina apapun yang mereka butuhkan. 10 ribu lebih lahan kita harapkan bisa kita manfaatkan untuk budidaya intensif. Kita minta setengah kita tanam mangrove,” urainya.

Menteri Koperasi dan UKM

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki memastikan dukungannya terhadap perberdayaan ekonomi pembudidaya. Bahkan, dia mendorong kelompok pembudidaya untuk membentuk koperasi agar usaha mereka semakin berkembang.

“Kami akan lebih fokus membantu pengembangan usahanya. Termasuk konsolidasi pembiayaan,” terang Teten.

Budidaya perikanan, kata Teten, adalah salah satu kekuatan ekonomi nasional. “Kedepan kekuatan ekonomi kita di budidaya. Konsumsi ikan 52 persen dari budidaya,” jelasnya.

Sementara Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, Muhamad Ihsan mengaku bangga dengan dukungan pemerintah yang ditunjukkan dengan hadirnya dua menteri saat panen parsial. Dia berharap, adanya tambak rakyat bisa menjadi secercah harapan bagi masyarakat Muara Gembong, terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja.

“Kami konsen untuk membudidaya udang vaname secara intensif, mengubah cara bertambak kami dari tradisional yang seringkali nihil. Rencananya ini akan kami kembangkan hingga 100-150 hektare,” kata Ihsan.

Sebagai informasi, Pokdakan Mina Mekar Sejahtera beranggotakan 80 orang yang semuanya warga Muara Gembong. Mereka mengoperasikan tambak udang vaname di atas lahan seluas 10 hektare yang terdiri dari areal produksi 4,3 hekare dengan jumlah tambak mencapai 43 kolam.

Adapun sisanya, 5,7 hektare digunakan untuk IPAL, tandon, dan silvofishery. Pokdakan menargetkan total produksi sebesar 170 ton udang vaname per siklus dengan ukuran 40 cm.

Sumber: Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri

Pos terkait