Pendidikan

Pembelajaran Digital Bagi Anak Indonesia Digelar Kemendikbudristek dan UNICEF

ilustrasi/istimewa

Jakarta, Gempita.co – Pembelajaran Digital Berkualitas bagi Semua’, menargetkan kolaborasi berbagai sektor untuk memajukan pembelajaran digital bagi semua anak di Indonesia, digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF).

“Simposium ini akan menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi dan berbagi praktik baik, dan bersama-sama membangun kolaborasi nyata serta mendorong terjadinya kerja sama untuk mewujudkan transformasi pembelajaran digital di Indonesia,” terang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kemendikbudristek, Iwan Syahril saat membuka acara simposium secara daring, pada Senin kemarin.

Dirjen Iwan mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, Kemendikbudristek diberi amanah untuk menyiapkan sebuah disrupsi teknologi untuk membuat lompatan kemajuan pendidikan di Indonesia agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8/2021), Kemendikbudristek saat ini sedang mengembangkan tiga pilar transformasi pembelajaran menggunakan teknologi digital. Pilar pertama, yaitu pengembangan kemampuan talenta digital untuk para pendidik dan tenaga kependidikan.

Sejak tahun 2018, Kemendikbudristek sudah memiliki program Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK. Tahun 2018 pesertanya masih berjumlah 6.800, tahun 2019 pesertanya naik menjadi 28.000. “Tahun 2020 dan 2021 pada saat pandemi peserta PembaTIK meningkat cukup tinggi menjadi 70.000 di tahun 2020 dan tahun ini 80.000,” kata Iwan.

Pilar kedua, yaitu pengembangan platform dan konten digital. “Sejak tahun 2012, Kemendikbudristek mengembangkan platform Rumah Belajar yang bisa digunakan oleh guru, siswa, dan masyarakat secara gratis. Platform ini sudah memiliki pengguna lebih dari 20 juta dan sudah diakses oleh lebih dari 217 juta kali,” jelas Dirjen Iwan.

Sebagai respon akibat pandemi Covid-19, sejak tahun 2020, Kemendikbudristek juga mengembangkan sebuah platform teknologi yang bernama Guru Belajar dan Berbagi. “Ada dua fitur utama di sini, pertama ‘Ayo Guru Belajar’ dan yang kedua ‘Ayo Guru Berbagi’,” ujar Dirjen Iwan.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah pengembangan dan fasilitasi jangkauan jaringan internet, infrastruktur, dan praktik yang bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas konten pembelajaran, platform pembelajaran digital, dan memperluas akses ke peluang pembelajaran digital untuk semua anak di Indonesia.

UNICEF berharap momentum pendidikan digital ini terus terbangun, sehingga semua anak dapat mengakses secara merata dapat mengakses pembelajaran berkualitas dari mana saja di tanah air, bahkan dari tempat yang paling terpencil sekalipun. “Kita juga perlu memastikan bahwa perluasan pendidikan digital seimbang dengan dan dilengkapi dengan dorongan untuk juga menumbuhkan keterampilan belajar dasar yang diperlukan untuk mengatasi krisis pembelajaran,” ujarnya.

Sebagai mitra pemerintah Indonesia, Debora mewakili UNICEF menyampaikan pesan untuk memajukan pembelajaran digital bagi semua anak di Indonesia. Dalam studi analisis UNICEF pada tahun 2021 direkomendasikan bahwa perlu adanya penguatan konten dan platform, kemampuan digital guru dan murid, serta perluasan akses konektivitas.

“Temuan ini juga mengonfirmasi pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam memajukan pembelajaran digital bagi semua,” tuturnya seperti dilansir dari laman Antaranews.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top