Resmi Jadi Ormas Militan Nasional, Kombatan Tetap Kawal Jokowi

Ormas Kombatan

Setelah sukses sebagai relawan militan Jokowi pada Pilpres 2019 lalu, Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) menjadi Organisasi Masyarakat (Ormas) Militan Nasional.

Jakarta, Gempita.co – Perubahan Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) dari awalnya sebagai relawan Jokowi pada Pilpres 2019 lalu menjadi Ormas Militan Nasional secara resmi dilakukan dalam deklarasi Kombatan ke-2, Minggu (16/2/2020).

Deklarasi yang diikuti oleh seluruh DPW/ DPC Kombatan seluruh Indonesia itu digelar di Gedung Budaya Sabilulungan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketua Umum Kombatan Budi Mulyawan mengatakan, kendati telah mengubah arah, Kombatan tetap akan mengawal roda pemerintahahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin.

“Dengan jadi Ormas ini, kami akan terus mengawal Pemerintahan Jokowi-maruf Amin hingga akhir periode. Sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Budi Mulyawan, SH.

Selain deklarasi, Kombatan juga menggelar serangkaian kegiatan seperti, Rakernas 2 Kombatan, Bhakti Sosial, Diskusi Publik bertema “Dengan Kesetiakawanan Sosial, Kita Bangun Keluarga Sebagai Benteng PANCASILA, serta pemberian bibit tanaman sebanyak 2500 bibit tanaman.

Sehari sebelumnya, seluruh peserta mengikuti pertemuan pra Rakornas di Hotel Antik, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Cepi panggilan Budi Mulyawan, Kombatan sebagai Ormas berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sementara, dipilihnya Bandung sebagai lokasi deklarasi karena Proklamator Ir Soekarno melahirkan partai nasionalis di Bandung.

“Karena Bandung sarat muatan nasionalis yang diajarkan founding father Indonesia Proklamator Soekarno. Asia Afrika juga juga lahir di Bandung,” lanjut Budi Mulyawan.

Adapun Dewan Pembina Ormas Kombatan adalah Watimpres H. Sidarta Danusubroto yang tak lain mantan Ajudan Presiden Soekarno dan Menteri Sosial Julianti P. Batubara.

“Sebagai Ormas berbasis nasionalis melanjutkan cita-cita proklamator, sekaligus menghimpun para nasionalis yg tercecer. Kita tahu jiwa nasionalis sekarang semakin luntur karena derasnya pengaruh arus global, yang cenderung intoleran, ” tutup Budi Mulyawan.

Pos terkait