Rusia Ngamuk Bombardir Kampung Zelensky, 6 Warga Sipil Tewas

Rusia, Gempita.co-Rusia melakukan serangan balasan setelah sejumlah drone menyerang beberapa kotanya, termasuk ibu kota Moskow, Senin pagi waktu setempat. Kremlin mengaku telah mengintensifkan serangan udara terhadap Ukraina sebagai tanggapan.

“Intensitas serangan terhadap fasilitas militer Ukraina, termasuk yang mendukung serangan teroris, telah meningkat beberapa kali,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, dikutip CNN International, Senin (31/7/2023).

Bacaan Lainnya

“Tindakan tambahan telah diambil untuk melindungi target domestik,” ujarnya lagi.

Hal ini bukan gertak sambal. Dilaporkan Rusia meluncurkan rudal-rudal ke sejumlah kota di antaranya Kryvyi Rih, Ukraina tengah, yang merupakan kampung halaman Presiden Volodymyr Zelensky.

Kawasan pemukiman menjadi sasaran. Foto-foto yang beredar menunjukan sebuah bangunan apartemen sembilan lantai hancur dibom dan terbakar.

Penduduk juga menggambarkan kengerian, seraya menyebut tak ada sirine yang mereka dengar sebelum dua rudal Rusia menghantam rumah mereka. Kebanyakan tak sempat berlindung di shelter atau koridor.

“Pada saat serangan rudal, saya sedang bekerja, yang cukup jauh, tetapi kami dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Suami dan anak saya ada di rumah. Rumah itu terkejut dan berayun, ledakannya sangat kuat,” kata penduduk Kryvyi Rih, Natalia Balaba.

“Tidak ada alarm serangan udara. Biasanya, ketika sirene berbunyi, kami pergi ke shelter atau ke koridor. Kali ini, kami tidak punya waktu,” tambahnya.

Dari data terbaru, diketahui enam orang tewas, di mana salah satunya adalah anak perempuan 10 tahun. Sedikitnya 75 orang terluka, dengan 22 dibawa ke rumah sakit dan dua serius.

“Kami berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” kata Zelensky di Twitter, merujuk data tim evakuasi di mana 350 orang masih coba diselamatkan.

Zelensky menyebut Rusia sebagai musuh keras kepala. Di mana Kremlin tak segan menyerang kota, pusat kota, bahkan menembaki objek sipil dan perumahan

“Tapi teror ini tidak akan membuat kita takut atau menghancurkan kita. Kami bekerja dan menyelamatkan orang-orang kami,” tambahnya.

Sebelumnya drone menyerang Moskow Minggu. Meski Rusia menekankan bahwa semua drone telah ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran, pesawat tak berawak tersebut diketahui mengenai sebuah komplek perkantoran di wilayah ibu kota.

Gambar-gambar menunjukan bagaimana kaca pecah di puncak sebuah bangunan tinggi. Kantor berita TASS juga menyebut bagaimana bandara Vnukovo ditutup untuk keberangkatan dan kedatangan di mana penerbangan dialihkan ke bandara lain.

Bukan hanya Moskow, total 25 drone juga menyerang Krimea. Wilayah ini dianeksasi Rusia sejak 2004 dari Kyiv.

Sementara Jumat, drone juga menyerang wilayah Rostov yang berbatasan dengan Ukraina. Sedikitnya 16 orang luka oleh puing-puing yang jatuh di kota Taganrog.

Rudal juga menyerang kota Azov. Namun puing-puing di klaim jatuh di wilayah tak berpenghuni.

Serangan tersebut dikatakan Rusia sebagai tindakan terorisme. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menunjuk NATO sebagai dalang.

“Tidak mungkin (serangan) terjadi tanpa bantuan yang diberikan kepada rezim Kyiv oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya,” tambahnya.

Rusia dan Ukraina berperang sejak Februari 2022. Hingga kini belum ada kata damai tau gencatan senjata dari dua negara mantan Uni Soviet itu.

 

Pos terkait