Internasional

Sadis! Konvoi Diserang, Militer Myanmar Bakar Warga

Tentara militer Myanmar di Yangon (Foto: Reuters)

Gempita.co – Penduduk Myanmar menyaksikan kesadisan Tentara Myanmar Yang membunuh 13 warga sebuah desa, 11 jenazah di antaranya ditemukan dalam keadaan sudah dibakar pada hari Selasa.

Insiden itu terjadi di dekat kota Monywa, setelah milisi lokal yang menentang junta militer melakukan setidaknya dua serangan bom terhadap konvoi militer.

Penduduk setempat mengatakan para tentara kemudian menyapu desa-desa terdekat, mengumpulkan dan membunuh enam pria dan lima remaja.

Junta militer belum memberi tanggapan atas insiden tersebut.

Penduduk setempat mengatakan bahwa relawan pasukan pertahanan rakyat – yaitu kelompok bersenjata yang dibentuk untuk melawan kekuasaan militer di kota-kota dan desa-desa – dari daerah itu menanam dua bahan peledak rakitan di jalan yang digunakan oleh militer.

Salah satu bom itu meledak lebih awal, membunuh dua orang yang menanamnya. Ketika perangkat kedua meledak, dua pria lagi dilaporkan ditahan dan ditembak mati.

Warga menuding pihak militer kemudian menyapu desa-desa terdekat, mengumpulkan dan menangkap enam pria dan lima remaja laki-laki yang bersembunyi.

Tangan mereka diikat, dan mereka ditembak sebelum tubuh mereka dibakar.

Monywa juga dekat dengan tambang tembaga milik China yang kontroversial, yang telah memicu protes dari penduduk desa setempat sejak 10 tahun yang lalu atas keluhan bahwa perusahaan China yang mengoperasikannya, Myanmar Wanbao, menjalin usaha patungan dengan konglomerat yang dikendalikan oleh militer Myanmar.

Pasukan pertahanan relawan bersenjata di kota-kota dan desa-desa di Myanmar telah melakukan ratusan pemboman dan pembunuhan yang menargetkan pejabat yang bekerja dengan junta militer setelah hampir mustahil melakukan lagi aksi protes damai anti-kudeta setelah sebelumnya selalu dibalas dengan aksi kekerasan oleh aparat.

Sumber: BBC.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top