Sekilas Info

Satgas TNIC Dibentuk Pertamina, Ini Tugasnya !

RUPS juga menyetujui laporan laba bersih perseroan 2019 sebesar US$2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun. Gedung Pusat Pertamina (Foto: Dok Pertamina)

Jakarta, Gempita,co – SVP Corporate Communication & Investor Relations PT Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan PT Pertamina (Persero) membentuk Satuan Tugas Tender dan Negosiasi Investor/Kontraktor (Satgas TNIC)

" Satgas TNIC inib untuk memastikan tender, negosiasi proyek strategis dan penjajakan investor dapat berjalan lebih cepat dan simultan, " ujar Agus dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (6/10/2020) seperti dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Satgas TNIC sesuai dengan hasil rapat bersama Direksi dengan Dewan Komisaris (5/10) dalam rangka mengakselerasi proyek strategis Pertamina dari hulu, kilang maupun hilir migas, khususnya dalam proses tender, negosiasi dan penjajakan kerjasama dengan mitra nasional maupun internasional yang kompeten dan kredibel.

Agus menuturkan satgas melibatkan Dewan Komisaris dan Direktur Utama Pertamina, dibantu oleh Komite Audit dan Internal Audit sebagai Dewan Pengawas. Sedangkan Dewan Pelaksana dipimpin oleh Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU), dibantu oleh Direktur Keuangan dan Direktur Utama Subholding Hulu, Refinery dan Petrochemical, serta melibatkan Komite Investasi pada Komisaris.

“Pada tingkat operasional, satgas juga diperkuat oleh tim kerja dan tim pendukung di tingkat manajemen yang akan menjalankan fungsi dan peran sesuai arahan dari Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan dengan adanya Satgas TNIC akan memangkas proses pengambilan keputusan, di mana Holding, Subholding dan organ Komisaris akan secara bersama – sama melakukan proses pemilihan mitra strategis.

Tim ini, lanjut Agus, juga akan mengkaji rencana strategic partnership untuk Blok Rokan, sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1923 K/10/10/MEM/2018 dimana Pertamina wajib bekerja sama dengan mitra (Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap) yang memiliki kemampuan di bidang hulu migas sesuai kelaziman bisnis sebelum alih kelola pada tanggal 8 Agustus 2021.

“Karenanya Pertamina akan mulai melakukan penjajakan dan ditargetkan sudah memiliki daftar calon mitra strategis pada akhir tahun 2020 ini,” jelas Agus.

Terkait dengan pengembangan kilang, Tim Satgas juga akan memastikan kerjasama dengan mitra-mitra strategis, dimana nantinya Pertamina dengan mitra strategis secara bersama-sama melakukan pengembangan kilang, termasuk pada pengembangan olefin TPPI.

“Dengan hadirnya Satgas, diharapkan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh komponen perusahaan akan lebih efektif dan efisien, sehingga pengambilan keputusan akan lebih cepat, dan didapatkan mitra strategis maupun investor dalam negeri maupun internasional yang kompeten dan kredibel. Prosesnya pun akan lebih terbuka, karena melibatkan pengawasan ketat Dewan Komisaris dan Direksi,” pungkasnya.

Penulis: Jeffry Sarafil
Sumber: Antara

Baca Juga