Tolong Waspada Bagi yang Pernah Kena Covid-19

Ilustrasi

Jakarta, Gempita.co – Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes, terutama dalam 3 bulan setelah terinfeksi.

Para peneliti di King’s College London mengatakan ini merupakan kondisi multi-sistem yang dapat menyebabkan penyakit di seluruh tubuh.

Bacaan Lainnya

Para peneliti melihat catatan medis dari 428.000 lebih pasien Covid-19 dan hasil analisis menunjukkan bahwa mereka memiliki peluang 81 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes pada empat minggu pertama setelah tertular.

Risiko terkena diabetes ini bahkan dapat meningkat 12 persen pada dua belas minggu setelah tertular virus.

“Meskipun dalam empat minggu pertama pasien Covid-19 paling berisiko terhadap hasil ini, risiko diabetes mellitus tetap meningkat setidaknya selama 12 minggu,” kata Emma Rezel-Potts peneliti utama studi ini, dikutip dari The Sun, Kamis (21/7/2022).

“Intervensi klinis dan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pengurangan risiko diabetes di antara mereka yang sembuh dari COVID-19 dalam jangka panjang mungkin sangat bermanfaat,” lanjutnya.

Sementara itu, dr Faye Riley manajer komunikasi riset di Diabetes UK mengatakan ada banyak bukti bahwa COVID-19 dapat memicu diabetes pada beberapa orang.

“Sementara bukti yang berkembang mengkhawatirkan, masih belum jelas apakah COVID-19 secara langsung menyebabkan kasus diabetes baru, atau itu mengungkap kasus diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis, atau justru ada faktor lain yang berperan,” ucapnya.

“Masih banyak yang harus dipelajari tentang jenis diabetes yang bisa dipicu oleh COVID-19,” sambungnya.

Ia menyarankan bagi mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 dan khawatir terkena risiko diabetes untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa mencegah risiko lebih parah.

“Penting juga untuk memahami risiko terkena diabetes tipe 2, dan berbicara dengan ahli kesehatan jika Anda khawatir tentang risiko (diabetes) jika sembuh dari Covid-19,” pungkasnya.

Pos terkait