Toyota Thailand Terbuka, Terhenti di Babak Kedua, Adnan/Mychelle Tidak Capai Target

Jakarta, Gempita.co-Pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus menghentikan langkah di babak kedua turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Kamis (21/1).

Lagi-lagi, pasangan muda Indonesia ini kalah dari wakil Malaysia yang juga mengalahkannya pada pertandingan Yonex Thailand Terbuka 2021, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Bacaan Lainnya

Digelar di Impact Arena, Bangkok, pertandingan berdurasi 35 menit tersebut berakhir dengan skor 18-21, 15-21. Sementara pada pertemuan perdana sebelumnya, meskipun kalah di babak pertama, perbedaan skor lebih tipis, yaitu 20-22, 18-21.

“Permainan saya kurang sabar, terlalu buru-buru dan malah jadi banyak mati sendiri di gim kali ini. Jadi kurang puas, karena seharusnya bisa lebih baik dari ini. Kalau dari segi permainan menurut saya lebih baik di Yonex Thailand Terbuka sebelumnya,” ungkap Adnan mengevaluasi diri setelah kalah dari pasangan peraih perak pada Olimpiade Rio de Janero 2016 ini.

Menurut Nova Widianto, pelatih ganda campuran, target Adnan/Mychelle belum tercapai di series Thailand kali ini, karena sejak awal mereka dibebani masuk hingga perempatfinal. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah cukup besar.

“Target Adnan/Michelle itu delapan besar. Jadi mereka harus tembus mengalahkan pemain unggulan untuk melaju ke delapan besar dan ternyata belum berhasil. Sehingga pada dua turnamen ini targetnya belum tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki,” jelas Nova.

Dengan kalahnya Adnan/Mychelle, skuad Merah-Putih pada sektor ganda campuran hanya menyisakan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang melaju ke perempatfinal. Pada babak kedua ini, Hafiz/Gloria menang atas Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu (Kanada), 21-17, 21-8.

Sementara pasangan andalan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak pertama oleh pemain Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, 14-21, 21-9, 21-13.

“Hasil Jordan/Meli tidak maksimal di dua pertandingan ini. Kendala permaianan juga masih sama, banyak membuang poin gampang. Tapi yang kelihatan dari komunikasi dan gregetnya kurang. Kita tidak masalah hasil, asal main sudah maksimal,” ungkap Nova kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

“Pada dua pertandingan ini, saya lihat gregetnya jauh, tidak seperti waktu All England. Dalam keadaan tertekan, mereka jadi gampang menyerah. Dari segi permainan, musuh sudah pasti mempelajari keunggulan dari Jordan/Meli dan mereka kurang siap dengan itu,” tambahnya.

Meski vakum berlaga sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, hal itu tidak bisa menjadi alasan kekalahan para pemain. Inilah yang menjadi tugas untuk para pelatih untuk membenahi.

“Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa menjadi alasan, karena semua pemain juga mengalami. Evaluasi sementara, semua yang sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab kita sebagai pelatih,” tutur Nova.

Pos terkait