Internasional

Tragis! Pensiunan Tentara Korea Utara Pingsan Kelaparan

Para petani Korea Utara di provinsi South Hwanghae gagal panen setelah lahan pertanian mereka dilanda badai tropis (foto: ilustrasi/Reuters/voa)

Pyongyang, Gempita.co – Keluarga pensiunan Tentara Korea Utara ditemukan pingsan karena kelaparan.

Pria bermarga Chae itu tergeletak pingsan bersama dua anaknya pada 17 Desember lalu, ditemukan Ketua inminban, lingkungan, di Hoeryong, Provinsi Hamgyong Utara.

“Keluarga itu sudah beberapa hari tidak makan, tidak ada yang bisa dimakan,” kata warga setempat, seperti ditulis Daily North Korea, Selasa (28/12) sore.

Chae selama 17 tahun berdinas di garis depan di Provinsi Kangwon. Ia kemudian pulang kampung dan berjualan apa saja di lingkungan desanya. Namun otoritas setempat belakangan melarang keras orang berdagang di gang atau tepi jalan.

Chae semula membuka lapak kaki lima menjual minuman keras dan penganan karena tidak memerlukan banyak modal. Tapi lapaknya digusur.

“Keluarga itu mendapat tindakan keras dari polisi setempat dan tim inspeksi setiap kali mereka pergi ke jalan untuk menjual makanan. Akibatnya bisnis mereka secara bertahap bangkrut,” ujar sumber tersebut.

Chae tidak sendirian. Tetangganya bulan lalu juga membuka warung tenda menjual ggwabaegi (roti goreng ala Korut). Namun, hampir setiap hari mereka menghadapi razia. Akibatnya ia terlilit utang karena tidak bisa menjual apapun.

Seperti tetangganya, keluarga Chae tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan. Korut memasuki musim dingin yang menggigit, rumah Chae tanpa pemanas ruangan.

Ketua inminban setempat mengimbau tetangga menyumbang apapun kepada warga yang kelaparan. “Bisa 100 gram beras, jagung, atau apa pun yang bisa dimakan,” ujarnya.

Chae sekeluarga mendapatkan 1,5 kilogram beras, dua kilogram jagung, dan satu kilogram sup jagung sumbangan dari tetangga yang ia makan sejak 17 Desember.

“Keluarga mantan tentara –seseorang yang seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah– hampir mati kelaparan. Tragis,” kata sang sumber.

Untuk sementara, Chae bisa makan dari pemberian sekadarnya tetangga. Mengingat Korut dilanda krisis pangan karena musim dingin yang buruk, sampai kapan Chae dan tetangganya bertahan?

“Tidak jelas bagaimana mereka bertahan hidup setelah semuanya dimakan. Kami semua butuh makan,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top