Usia 50-an Hindari Sarapan Makanan Ini

Ilustrasi

Gempita.co – Memasuki usia 50-an tahun, ada beragam risiko penyakit kronis yang harus diwaspadai. Makanan menjadi salah satu faktor terpenting yang dapat membantu mencegah risiko-risiko penyakit kronis tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sekitar 78 persen perempuan dan laki-laki berusia 44 tahun memiliki setidaknya satu penyakit kronis. Sekitar 47 persen memiliki setidaknya dua penyakit kronis, dan 19 persen memiliki tiga penyakit kronis atau lebih.

Beberapa penyakit kronis tersebut adalah diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, kanker, dan arthritis.

Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu mencegah banyak penyakit kronis, khususnya diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Oleh karena itu, penting untuk lebih memperhatikan pemilihan makanan, termasuk saat sarapan.

“Satu menu sarapan, khususnya, yang perlu Anda hindari setelah usia 50 adalah ayam goreng tepung dan waffle,” ujar ahli gizi Toby Amidor seperti dilansir di laman Eat This Not That, Selasa (4/1).

Toby mengatakan, sajian ayam goreng tepung dan waffle “melanggar” tiga prinsip dasar pola makan yang sehat untuk mencegah penyakit kronis. Salah satunya adalah tinggi lemak jenuh karena ayam diolah melalui metode deep fried dan biasanya dilapisi dengan gravy berbasis mentega.

Kedua, sajian ayam goreng tepung dan waffle juga mengandung kadar gula yag tinggi dari sirup pancake. Ketiga, sajian ini mengandung sodium yang tinggi.

Umumnya, satu sajian ayam goreng tepung dan sepotong waffle besar yang disertai mentega dan susu mengandung minimal 1.000 kalori. Oleh karena itu, Amidor sangat tidak merekomendasikan bila makanan ini rutin dikonsumsi dalam keseharian, khususnya bagi orang yang lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

Akan tetapi, bukan berarti sajian ayam goreng tepung dan waffle tak boleh dikonsumsi sama sekali. Bila ingin menikmati sajian ini sesekali, coba buat sendiri di rumah agar proses memasak dan bahan yang digunakan bisa lebih dikontril.

Sebagai contoh, ayam yang diolah tanpa kulit, waffle dibuat dari gandum utuh dan susu rendah lemak, dan pelengkap gravy-nya dibuat dengan susu rendah lemak, kaldu ayam rendah sodium, dan sedikit mentega tanpa garam.

Toby mengingatkan bahwa risiko-risiko penyakit kronis mungkin memang baru terlihat meningkat di usia 50 tahun. Akan tetapi, penerapan pola hidup sehat perlu dibiasakan sejak dini demi masa tua yang lebih sehat.

“Makan sehat seharusnya dilakukan sepanjang hidup Anda untuk menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis ini,” ujar Toby. (Berbagai sumber)

Pos terkait