Vaksin Corona Datang, Penjualan Mobil Indonesia Diprediksi Membaik 2021

Ilustrasi penjualan mobil - Foto: Istimewa

Jakarta, Gempita.co- Masyarakat Indonesia sudah bisa bernafas lega melihat perkembang soal pandemi Covid-19 jelang akhir tahun ini.

Pasalnya, pada awal Desember 2020, pemerintah telah mendatangkan vaksin corona yang dibeli dari perusahaan Sinovac di Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Lebih menggembirakannya lagi, pada Kamis, 17 Desember lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa vaksin-vaksin tersebut akan diberikan secara gratis kepada tiap masyarakat.

Jokowi sendiri berjanji bahwa ia akan menjadi orang pertama yang melakukan uji coba vaksin tersebut dan berharap bahwa semua masyarakat mau ikut divaksinasi Covid-19.

Melihat hal tersebut, berbagai sektor bisnis pun menyambut baik keputusan dari pemerintah ini. Tak terkecuali industri otomotif.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai salah satu contoh. Marketing dan Customer Relations Divison Head PT Astra Internasional Daihatsu Sales Operation, Hendarayadi Lastiyoso menyatakan kehadiran vaksin akan sangat memberi pengaruh pada industri otomotif tanah air.

“Perkembangan industri otomotif di tahun-tahun mendatang akan sangat dipengaruhi oleh vaksin, bukan hanya di Indonesia melainkan di global,” kata Hendrayadi Lastiyoso.

Meskipun vaksin corona sudah datang, Hendrayadi menyatakan bahwa perkembangan industri otomotif tahun depan masih akan sulit untuk diprediksi.

“Di zaman normal buatnya gampang saja misal dengan linier function bisa diperkirakan. Tapi, sekarang sulit secara statistik buat forecasting-nya karena situasinya akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana situasi pandemi ini.

“Jadi bukannya sulit tentukan satu angka. Sulitnya itu karena banyak faktor ketidakpastiannya,” tuturnya lagi.

Meskipun masih butuh waktu, PT ADM percaya bahwa vaksin Corona yang didatangkan dari Tiongkok akan segera memberikan pengaruh besar bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

“”Tapi bagaimanapun, kita optimistis tahun depan lebih baik dari 2020. baiknya kapan, sangat tergantung vaksin.

“Tapi yang pasti kami rasa, kami proyeksikan lebih baik dari 2020 ini,” ujarnya menutup pernyataan.

Pos terkait