Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Sejauh Maksimum 1,5 Kilometer ke Kali Bebeng

Gempita.co-Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali meluncurkan Guguran Lava maupun aktivitas kegempaan, Jumat (6/10/2023.

“Dari periode pengamatan sejak pukul 00.00 – 06.00 WIB pada Jumat (6/10), Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengamati 4 kali Guguran Lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer.” kata BPPTKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/10/2023).

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Pada periode tersebut, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat aktvitas Kegempaan Guguran 24 kali dan Hybrid/Fase Banyak 84 kali.  Sementara dari data meteorologi, cuaca di kawasan Gunung Merapi (2968 mdpl), terpantau mendung, berawan, dan cerah. Angin bertiup tenang ke arah utara. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 75-99 %, dan tekanan udara 837.2-918 mmHg.

“Hingga kini tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga). BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.” ungkap BPPTKG.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. “Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.” imbaunya.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali