Menurut Penelitian, Mobil Warna Merah Paling Sering Kena Kotoran Burung

Penelitian di pengecer suku cadang mobil Halfords mengungkapkan, mobil berwarna merah sering kena kotoran burung dibanding warna lainnya/Foto: Autoblog

Gempita.co – Sebenarnya warna ada sebuah pilihan bagi pemilik mobil agar kendaraannya terlihat keren. Namun sebuah fakta mengungkap hewan pun memiliki respon tertentu terhadap warna.

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa mobil yang berwarna merah paling sering kena kotoran burung dibanding warna lainnya.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Penelitian tersebut dilakukan oleh pengecer suku cadang mobil Halfords, terhadap 1.140 mobil yang mengaspal di Inggris.

Dilansir dari Autoblog, Senin (11/5/2020), dalam penelitian tersebut 18 persen mobil berwarna merah jadi lebih sering kena kotoran burung, warna lainnya adalah biru sebanyak 14 persen.

Penelitian ini juga memuat pertanyaan seberapa cepat pemilik mobil membersihkan kotoran burung yang menempel di mobilnya.

Dari hasil penelitian tersebut hanya 17 persen saja yang mengatakan segera membersihkan kotoran burung yang terlihat oleh mereka.

Sebanyak 20 persen mengatakan baru menghapusnya setelah beberapa hari. Sedangkan 55 persen lainnya menunggu sampai pencucian mobil berikutnya, dan 8 persen meminta orang lain membersihkan.

Kotoran burung bisa menyebabkan kerusakan pada cat mobil. Hal itu pun menjadi masalah bagi industri asuransi, dan juga pemilik yang bisa mengeluarkan uang untuk memperbaikinya.

Perbedaan pendapat di masyarakat pun diungkap, terkait mengapa burung hobi buang kotoran di warna cat tertentu.

Sebagian mengatakan, semakin gelap warna mobil akan semakin memicu hewan terbang itu buang kotoran. Ada pula yang menyebut warna biru paling favorit, karena mengingatkan burung pada air.

Terlepas dari warna mobil, Briitish Trust of Ornithology mengatakan, yang menentukan mobil terkena kotoran burung lebih pada tempat mobil itu terparkir. Warna bukan jadi penentu utama.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali