‘Aedes Aegypti’ Suka Bersarang di Pakaian Bekas yang Digantung

Data Kementerian Kesehatan periode Januari hingga Maret 2020, menunjukkan jumlah kasus DBD di Indonesia telah mencapai 16.000. Dari jumlah tersebut, 100 orang di antaranya telah meninggal dunia.(Foto:Ist)

Jakarta,Gempita.co – Wabah virus corona membuat semua orang fokus memberantas penyakit ini, namun kita jangan lengah karena saat ini juga sedang mewabah, yakni penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Di beberapa daerah DBD ini sudah sangat memprihatinkan.

Data Kementerian Kesehatan periode Januari hingga Maret 2020, menunjukkan jumlah kasus DBD di Indonesia telah mencapai 16.000. Dari jumlah tersebut, 100 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Penting bagi kita untuk tetap melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit DBD. Selain dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menguras bak mandi, cara lain untuk mencegah DBD adalah tidak menggantung pakaian bekas pakai.

Tetap harus diingat untuk tidak menggantung pakaian bekas pakai. Karena ini bisa menjadi tempat nyamuk bersarang. Pakaian bekas harus buru-buru ditaruh di tempat cucian yang tertutup.

Nyamuk demam berdarah biasanya menggigit pada pagi pukul 09.00-10.00 dan sore hari pukul 16.00-17.00. Lalu istirahat di baju bekas pakai, terutama yang digantung.

Nyamuk  ‘Aedes aegypti’ menyukai aroma keringat manusia. Karena itu ingat, pakaian bekas pakai bisa menjadi tempat bersembunyi nyamuk demam berdarah.

Berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah betina senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah dan bisa terbang rata-rata sejauh 400 meter.

Infeksi virus dengue ini biasanya lebih tinggi jika korban berada di luar ruangan dan pada siang hari. Namun, bukan berarti nyamuk Aedes aegypti tidak bisa berkembang biak di dalam ruangan atau menggigit di malam hari.

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali