Bank Dunia Bilang Indonesia Masuk Kelompok Miskin Ekstrem Baru

Foto: Istimewa

Gempita.co – Associated Press melaporkan, negara-negara berpenghasilan menengah diprediksi akan memiliki 82 persen kelompok miskin ekstrem baru, termasuk India, Nigeria dan Indonesia.

Hal itu berdasarkan data Bank Dunia, Rabu (7/10), memperkirakan hingga 150 juta orang bisa tergelincir ke dalam jurang kemiskinan yang ekstrem, hidup dengan kurang dari $ 1,90 (Rp 28 ribu) per hari, pada akhir tahun depan.

Bacaan Lainnya

Namun, kondisi tersebut amat tergantung pada kondisi perekonomian suatu negara selama pandemi Covid-19.

“Banyak dari kaum miskin baru kemungkinan besar terlibat dalam layanan informal, konstruksi dan manufaktur – sektor di mana aktivitas ekonomi paling terpengaruh oleh lockdown dan pembatasan mobilitas lainnya,” kata laporan itu.

Hampir seperempat dari populasi dunia hidup dengan penghasilan di bawah $ 3,20 per hari, dan angka pengangguran meningkat. Satu keluarga hanya dapat makan dengan jumlah lebih sedikit. Banyak anak, yang merupakan separuh dari penduduk miskin di dunia, juga mengalami ketinggalan pembelajaran jarak jauh.

Kira-kira sepertiga dari kaum miskin ekstrem baru diperkirakan berada di sub-Sahara Afrika, dengan jumlah antara 26 juta dan 40 juta.

Sedangkan Asia Selatan adalah daerah yang akan memunculkan kaum miskin ekstrem baru terbesar dengan jumlah antara 49 juta hingga 57 juta.

Bank Dunia memperkirakan antara 88 juta hingga 115 juta orang bisa tergelincir ke dalam jurang kemiskinan yang ekstrem pada tahun ini, dengan penambahan 23 juta hingga 35 juta orang lagi pada 2021.

Pos terkait