Grab dan Gojek Kini Berbisnis Bank Digital

Foto: dok.strait times

Jakarta, Gempita.co – Grab Holdings dan Gojek kini merambah bank digital. Perluasan bisnis merek dari transportasi online seperti ojek online (ojol) dan taksi online ke sistem keuangan.

Grab dan Gojek tidak bersaing secara langsung. Grab mengoperasikan bank digital di Singapura, sementara Gojek berinvestasi di bank digital tanah air.

Bacaan Lainnya

Gojek merambah bisnis bank digital dengan berinvestasi di Bank Jago. Setelah melakukan aksi borong saham di pasar modal, Gojek kini menguasai 22% saham Bank Jogo. Gojek jadi pemegang saham terbesar kedua di bank yang dimiliki Jerry Ng dan Patrick Walujo ini.

Dalam keterangan resminya, manajemen Bank Jago mengungkapkan tujuan kolaborasi ini untuk menyediakan layanan perbankan digital melalui platform Gojek, sehingga jutaan pelanggan Gojek dapat membuka rekening Bank Jago dan mengelola keuangan lebih mudah lewat aplikasi Gojek.

“Kolaborasi ini juga membuka potensi kerjasama dengan berbagai institusi keuangan dan perbankan lain untuk mendukung mereka menjangkau lebih banyak konsumen,” tulis manajemen Bank Jago dalam keterangan resmi, Jumat (18/12/2020).

Target pasar yang ingin dikejar adalah 95 juta penduduk dewasa Indonesia yang tidak memiliki rekening bank dan lebih dari 47 juta penduduk dewasa yang tidak memiliki akses memadai ke kredit, investasi dan asuransi.

Grab memilih cara berbeda. Dengan menggandeng Singtel (raksasa tekekomunikasi Singapura), Grab mendapatkan lisensi sebagai bank digital dari Bank Sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS).

Bank Digital merupakan bank bergerak tanpa memiliki cabang mereka bergerak di dunia maya dengan memanfaatkan internet.

Grab dan Singtel memiliki lisensi penuh bank digital jadi mereka bisa menggarap nasabah ritel seperti membuka tabungan hingga deposito, menyalurkan kredit, menerbitkan kartu debit dan kredit hingga menjadi agen yang menjual produk investasi resmi dan asuransi.

“Kami sebagai pendatang baru akan menawarkan solusi perbankan pada yang belum terlayani di Singapura dan kawasan ini,” ujar Kepala Eksekutif Bisnis Internasional Singtel, Arthur Lang, dikutip CNBC International.

Sumber: CNBC

Pos terkait