Pencarian Korban Tanah Longsor di Tasikmalaya Terkendala Cuaca

Pencarian korban tanah longsor di Desa Santanamekar, Kec.Cisayong, Kab.Tasikmalaya/Pikiran Rakyat

Tasikmalaya, Gempita.co-Pencarian korban tanah longsor di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat hingga saat ini masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana dan relawan, terpaksa harus menghentikan pencarian karena hujan terus mengguyur kawasan bencana.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

“Pencarian hari ke tiga ini untuk sementara terpaksa dihentikan karena hujan terus mengguyur. Hal ini mempertimbangkan keselamatan, mengingat kondisi tanah di sekitar masih labil,” ujar Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Iman Wicaksana, Minggu (1/3/2020).

Iman menjelaskan, korban masih belum ditemukan. Namun sudah ada tercium bau mayat di sekitar jembatan.

“Terus diguyur hujan, sehingga pencarian beberapa kali ditunda. Kita mempertimbangkan kondisi tanah di lokasi yang masih rawan longsor,” kata Dandim yang bertindak sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Bencana

Bencara tanah longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong pada Jumat (28/2/2020) lalu, selain menyebabkan satu orang hilang tertimbun juga menyebabkan ratusan warga dari dua desa terisolir.

Akses jalan satu-satunya yang dipergunakan warga kini terputus karena tertutup material longsoran. Ketinggian material longsor setinggi 5 meter dengan panjang 30 meter. Mereka yang terisolir sebanyak 80 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 250 jiwa merupakan warga kampung Palasari Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu.(red/*)

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali