Sambut Libur Lebaran, Wisata Lereng Merapi Kembali Dibuka

Gempita.co – Sejumlah destinasi di kawasan Lereng Merapi yang sempat ditutup sementara, dibuka kembali Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono memutuskan membuka kembali sejumlah destinasi di kawasan Lereng Merapi yang sempat ditutup sementara.

”Bukit Klangon, Bunker Kaliadem, Petilasan Mbah Maridjan di Kinahrejo, Wisata Religi Turgo dan Jeep Lava Tour dibuka kembali,” Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono melalui pernyataan tertulis, Jumat (15/4/2022), dikutip RRI.

Bacaan Lainnya

Turunnya aktivitas Erupsi Gunung Merapi menjadi pertimbangan utama dibukanya kembali sejumlah destinasi, setelah sebulan lebih ditutup akibat jarak luncur awan panas mencapai lima kilometer dari puncak.

Namun, Suparmono mengingatkan sejumlah hal penting kepada pengelola yang destinasi wisatanya sudah dibuka kembali menghadapi libur Lebaran mendatang.

”Pengelola melakukan pendampingan petugas SAR selama jam operasional destinasi, serta memiliki prosedur tetap penanganan kondisi darurat erupsi Merapi, dan berkonsultasi dengan BPBD,” lanjutnya.

Menurutnya, meski wisata lereng Merapi kembali dibuka, namun untuk Tracking Merapi dan Paket Wisata Jeep Sunrise dipastikan masih ditutup.

Untuk paket Sunrise lokasinya terlalu dekat dengan daerah bahaya erupsi, kemudian medannya juga sulit. Sedangkan Tracking Merapi merupakan wisata  jalan, dengan aksesibilitas jalur jalan kaki saja.

“Untuk keduanya jika terjadi peningkatan aktivitas luncuran awan panas, evakuasinya sulit dan butuh waktu lebih lama,” lanjut dia.

Menanggapi kebijakan itu, Sekretaris Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Heribertus Indiantara menyampaikan apresiasi, karena diperkirakan bisa meningkatkan jumlah wisatawan.

”Saya yakin Kaliurang besok macet, dihitung dari jalannya saja dari 40 kilometer, kita ambil satu mobil lima artinya delapan ribu kendaraan bisa ada di sana,” terangnya.

Apalagi dengan munculnya banyak destinasi baru, seperti Suraloka dan lain sebagainya, akan membuat Jalan Kaliurang yang tadinya padat meluas hingga ke jalur dari Boyong seperti saat penerapan PPKM level 4.

Selain itu Heribertus juga meminta, jika sewaktu-waktu erupsi Merapi meningkat, pemerintah bisa mengingatkan agar pihaknya melakukan penyesuaian.

Pos terkait