The Hallway: Reinkarnasi Pasar Kosambi Menjadi Wadah Kreatif Anak Muda Bandung

Bandung, Gempita.co – “Saya Tercengang”. Itulah sekelumit kesan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki saat menapakkan kaki di Pasar Kosambi, Bandung, Sabtu (3/4). Bagaimana tidak, pasar tradisional yang dulunya kusam dan becek, kini telah berubah total menjadi tempat tongkrongan kaum milenial kreatif.

Nama pasar yang sudah terbengkalai selama 15 tahun itu pun berubah kekinian bergaya jiwa muda menjadi The Hallway. “Sekarang lebih enak, lebih custom, cocok untuk dikunjungi generasi milenial,” kata Teten, yang saat berkeliling The Hallway ditemani Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung dan Founder The Hallway Rilly Robbi Gusadi.

Bacaan Lainnya

Teten mengakui, Kota Bandung memang tidak ada habis-habisnya untuk membuat sesuatu yang inovasi dan unik. “The Hallway menjadi bukti hadirnya Creative Space yang menjadi salah satu daya tarik kaum muda,” kata Teten.

Tak kalah dengan Teten, Putri pun tak bisa menutupi kekagumannya. “The Hallway benar-benar enterpreneur mindset, sebuah kreatifitas yang luar biasa, dan punya keunikan tersendiri,” tandas Putri.

Bagi Putri, The Hallway merupakan wadah yang potensial bagi UKM kreatif di Bandung. “Tempat seperti ini harus ada dimana-mana, sebagai wadah UKM kreatif anak muda,” ujar Putri.

Kini, The Hallway yang mulai beroperasi pada 2019 sudah memiliki 77 toko dan terisi 52 tenant, terdiri dari food and beverage (kuliner), fashion, dan hobbies seperti sepeda, dekorasi, hingga barbershop. “Tahap berikutnya, tenant kita akan sebanyak 140 UKM kreatif,” ungkap Robbi.

The Hallway juga ditata dengan sangat kreatif dan unik dengan desain interior toko yang dibuat kekinian, mulai dari penyusunan tempat, pencahayaan lampu, kursi, dan sebagainya.

“Untuk menghidupkan suasana The Hallway, kami sudah mempersiapkan berbagai event. Mulai dari event musik, fashion show, seni rupa dan table manner yang dihadirkan Chef terkenal,” jelas Robbi.

Robbi menambahkan, The Hallway membidik pangsa pasar kaum milenial berusia 18-35 tahun. “Kami bercita-cita The Hallway menjadi destinasi tak hanya turis domestik, melainkan juga turis mancanegara,” ucap Robbi seraya menyebutkan bahwa omzet The Hallway sudah mencapai Rp500 juta hingga Rp700 juta perbulan.

Oleh karena itu, Teten dan Putri bersepakat bahwa peta persaingan dunia usaha ke depan akan dimenangkan oleh kreatifitas dan kolaborasi. “Dan ingat, jangan pernah membuang barang tua. Terbukti, Pasar Kosambi bisa bereinkarnasi menjadi The Hallway,” pungkas Teten.

Pos terkait