Varian Delta Mulai Rambah di Luar Jawa-Bali, DPR: Skenario Terburuk Harus Ada

Kasus Covid-19
Ilustrasi

Jakarta, Gempita.co- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut varian baru Covid-19 yakni Delta sudah mulai menyebar ke luar Jawa dan Bali. Hal ini pun menjadi perhatian DPR.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan, sudah terdeteksinya penyebaran varian Delta Covid-19 ke sejumlah daerah di luar Jawa-Bali harus segera diantisipasi pemerintah dengan mempersiapkan skenario terburuk.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah harus memastikan sarana dan prasarana kesehatan di seluruh provinsi siap untuk menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19,” ujar Charles kepada wartawan, Kamis (15/7).

“Ketersediaan oksigen, obat-obatan dan tempat tidur di faskes-faskes luar Jawa harus dipersiapkan untuk menghadapi badai tsunami penularan Covid-19 yang berikutnya berpotensi melanda provinsi-provinsi di luar Jawa,” tambahnya.

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, gelombang kedua penularan Covid-19 yang terjadi belakangan ini sudah membuat sistem kesehatan di Pulau Jawa nyaris lumpuh.

“Di Pulau Jawa kita sedang menghadapi situasi di mana fasilitas kesehatan sudah kewalahan, obat-obatan Covid-19 sulit didapatkan dan stok oksigen juga langka,” katanya.

Karena itu, Charles mengatakan, harus disadari kapasitas fasilitas kesehatan di luar Pulau Jawa secara umum tidak sebaik di Pulau Jawa. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Jika penyebaran varian Delta di sejumlah daerah luar Jawa tidak diantisipasi dengan baik, maka lonjakan kasus akan membuat sistem kesehatan di wilayah tersebut menjadi lumpuh,” ungkapnya.

Charles berujar, tentunya semua pihak berharap badai penularan varian Delta ini tidak terjadi di luar Jawa. Namun, belajar dari lonjakan kasus penularan Covid-19 di Jawa, antisipasi lewat skenario terburuk di luar Jawa adalah sebuah keharusan.

Selain itu, pengetatan mobilitas masyarakat juga mendesak dilakukan pemerintah di seluruh provinsi. Sebab, varian Delta yang diketahui jauh lebih menularkan sudah menyebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi 99 persen total wilayah Indonesia, dengan 11 provinsi adalah berada di tengah dan timur.

“Apabila kita tidak berhasil melakukan pembatasan mobilitas masyarakat secara besar-besaran, maka penambahan fasilitas kesehatan sebanyak apapun tidak akan cukup memenuhi kebutuhan penanganan pasien Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, ledakan varian Delta Covid-19 tidak lagi hanya terkonsentrasi di pulau Jawa. Budi mengatakan, varian Delta sudah mulai menyebar ke luar Jawa.

Varian Delta Covid-19 itu sudah menyebar ke daerah-daerah yaitu, Lampung, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Papua Barat, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.

Budi mengingatkan semua pihak pentingnya mobilitas masyarakat perlu dibatasi. Penanganan Covid-19 di hilir tidak akan menyelesaikan masalah selama di hulunya tidak dibenahi.

Ia mengatakan, jika pergerakan tidak direm, meski ditambah kapasitas rumah sakit, dokter, obat dan oksigen tidak akan cukup untuk menahan penyebaran varian delta ini.

Pos terkait