Lantik Pengurus Besar Ferkushi, Ini Pesan Ketua Umum KONI Pusat

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman bersama Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) periode 2023-2027 (Foto:istimewa)
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman bersama Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) periode 2023-2027 (Foto:istimewa)

Jakarta, Gempita.co – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berharap Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) periode 2023-2027 dapat mensosialisasikan kurash sehingga lebih dikenal ke penjuru Tanah Air.

Pesan ini disampaikan Marciano Norman saat mengukuhkan dan melantik Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) Periode 2023-2027 di Aula Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (8/6/2023) kemarin.

Bacaan Lainnya

“Pagi hari ini saya melantik pengurus besar PB PB Ferkushi masa bakti 2023-2027, untuk diketahui bahwa Kurash ini adalah salah satu cabang olahraga yang sudah dipertandingkan sampai SEA Games dan sudah eksebisi untuk olimpiade,” kata Marciano Norman dalam keterangannya.

Marciano mengatakan, dirinya telah memberikan arahan kepada Ketua Umum PB Ferkushi Indonesia Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin agar terus gencar melakukan sosialisasi olahraga Kurash sehingga dikenal ke penjuru Tanah Air.

“Tadi dilaporkan bahwa ada 23 provinsi, dari 23 provinsi itu saya minta tidak hanya saja di provinsinya sampai di kabupaten kotanya, minimal orang juga mengenal kurash itu apa,” ujarnya.

Marciano juga berpesan kepada Pengurus PB Ferkushi yang baru dikukuhkan agar berkerja maksimal baik dari segi pembinaan, prestasi dan dalam mengembangkan organisasi. Dengan cara itu, ia optimis akan mendapatkan banyak potensi atlet-atlet kurash berprestasi di masa yang akan datang.

“Sehingga kurash ini bisa menjadi salah satu cabang olahraga unggulan kita, yang memberikan kontribusi medali emas pada setiap keikutsertaannya di multi-event internasional, baik itu tingkat SEA Games, Asian Games ke depan, atau akan lebih tinggi lagi, dalam single event kejuaraan-kejuaraan dunia,” harap mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

“Kita harapkan semua atlet Indonesia bisa meraihkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa dan membuat kita semua bangga. Atlet Indonesia itu luar biasa. Selamat untuk PB Ferkushi masa bakti 2023-2027,” pungkas Marciano.

Langkah Prioritas

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman (kiri) bersama Ketua Umum PB Ferkushi Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin (kanan) Foto:istimewa

 

Di tempat yang sama, Ketua Umum Ferkushi periode ke-II masa bakti 2023-2027 Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, menyatakan siap mengemban amanah. Ia bersama jajaran pengurus PB Ferkushi akan melaksanakan dan menjawab tantangan yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Pusat.

“Langkah prioritas kita yang akan dilakukan ada tiga hal, pertama, tata kelola dalam rangka mensosialisasikan perkembangan organisasi, kedua, pembinaan prestasi, dan yang ketiga adalah sosialisasi,” ujar mantan Pangdam Iskandar Muda itu.

Ia menerangkan, Ferkushi di Indonesia yang baru terbentuk tujuh tahun lalu saat ini sudah ada di 34 provinsi.

“Sudah diakui baru 23 provinsi oleh KONI, mungkin setelah ini segera kita akan konfirmasi kembali 11 provinsi tersebut agar bisa didata kembali oleh KONI,” katanya.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat dan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin, sebelumnya mengikuti kejuaraan tingkat internasional.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman (kiri) bersama Pemred Media Mitrapol Dadang Rachmat (kanan) Foto:istimewa

“Dan tantangan yang kedua seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Pusat agar bisa mencapai puncak dengan mendapatkan medali emas, dan tentunya untuk menuju puncak itu tidak mudah, maka kami dari kurash Indonesia tidak mungkin berdiri sendiri tapi memerlukan bantuan dari pemerintah, yaitu Kemenpora, KONI dan KOI untuk memberikan bimbingan dan arahan sehingga kami bisa menjalankan program sesuai harapan kita bersama,” papar Abdul Hafil Fuddin.

“Termasuk kepada awak media, bisa terus bekerja sama dengan kurash dalam mensosialisasikan cabang olahraga ini,” pungkas pria kelahiran Banda Aceh ini.

Sebagai informasi, kurash merupakan jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga ini berasal dari wilayah Tatarstan, Asia Tengah atau dikenal dengan wilayah Uzbekistan.(PR/01)

Pos terkait