Marah diganti Shin Tae-yong: Bagus Kahfi Mohon Maaf dan Sadari Kesalahannya

Gempita.co-Shin Tae-yong mengganti Bagus Kahfi meski striker FC Utrecht itu baru masuk pada babak kedua laga timnas Indonesia U-23 vs Australia.

Striker belia Indonesia, Bagus Kahfi, tampak belum memenuhi publik Tanah Air saat tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Bacaan Lainnya

Bagus Kahfi sejatinya mampu mencetak satu gol bersama timnas Indonesia U-23 dalam laga pemanasan melawan Tajikistan (19/10/2021).

Namun, Bagus Kahfi justru tidak pernah tampil penuh dalam dua leg laga melawan Australia.

Pada leg pertama (26/10/2021), Bagus Kahfi ditarik keluar pada menit ke-70 dan digantikan Taufik Hidayat.

Nama terakhir membuktikan diri dengan mencetak gol kedua Indonesia yang mengubah skor menjadi 2-3.

Pada laga kedua, Bagus Kahfi yang mulanya duduk di bench baru dimainkan pada menit ke-57 menggantikan Hanis Saghara.

Dalam situasi normal, striker berusia 19 tahun itu akan berada di lapangan hingga laga usai.

Namun, tidak demikian dengan yang ada di kepala Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong memilih mengganti Bagus Kahfi dengan gelandang Komang Teguh pada menit ke-84 meski Garuda Muda sedang membutuhkan daya gedor.

Pemain timnas U-23 Indonesia, Bagus Kahfi, saat melawan Australia U-23

Bagus memang tampak canggung selama 27 menit beraksi di rumput Republican Central Stadium.

Lantaran tak ada indikasi cedera, bisa disimpulkan Shin Tae-yong mengganti Bagus murni karena alasan under-perform.

Hal tersebut diakui sang striker sendiri melalui Instagram pribadinya.

“Sangat menyadari banyak kesalahan dan kekurangan,” tulis Bagus (30/10/2021).

“Ya bagian dari proses dan belajar di posisi yang baru dan harus cepat beradaptasi sama apa yang pelatih mau.”

Pemain timnas U-23 Indonesia, Bagus Kahfi, saat melawan Australia U-23

“Lepas dari itu semua harus banyak introspeksi diri supaya ke depan bisa lebih baik lagi, terima kasih semuanya, mohon maaf,” tandasnya.

Bagus Kahfi perlu segera meningkatkan level di level klub bersama Jong FC Utrecht seperti halnya para kolega di Eropa.

Level permainan Egy Maulana Vikri (FK Senica) dan Witan Sulaeman (Lechia Gdansk) bisa dibilang berada di atas pemain Indonesia sejak berkarier di Benua Biru.

Pos terkait