Sosok Coach Hendry Saputra yang Angkat Kaki dari Pelatnas Cipayung, Tak Banyak Bicara, tapi Banyak Kerja

Jakarta, Gempita.co-Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak memperpanjang kontrak pelatih tunggal putra. Kabar mengejutkan tersebut diketahui setelah Seleknas rampung digelar.

Tidak hanya atlet bulutangkis yang terjaring dalam program Promosi dan Degradasi, dalam Seleknas itu, Rupanya pelatih juga turut terdegradasi.

Bacaan Lainnya

Herry IP, Nova Widianto sementara masih aman menduduki kursi kepelatihan sektor ganda putra dan sektor ganda campuran. Begitupula dari sektor tunggal putri yang masih belum tergeser.

Namun, pelatih sektor tunggal putra, yakni Hendry Saputra harus rela didepak dari Pelatnas Cipayung karena kontraknya tidak diperpanjang PBSI.

Hendry Saputra dikenal sebagai sosok pelatih tegas, punya andil besar mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di sektor tunggal putra, dirinya mulai didapuk sebagai pelatih sejak Desember 2004

Kiprah Hendry di Pelatnas Cipayung ternyata mampu menciptakan banyak atlet berprestasi. Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting adalah anak asuhnya.

Saat melatih, Hendry dinilai sangat tegas dan keras, termasuk melarang anak asuhnya berpacaran. Karena menurutnya, pacaran akan mengganggu konsentrasi para atlet untuk mencapai hasil maksimal.

Menurut saya, pacaran akan menggangu konsentrasi si atlet,” kata Hendry Saputra, seperti dikutip Haloyouth dari situs resmi Badminton Indonesia pada 20 Januari 2022.

“Jadi kalau saya membuat aturan melarang pacaran, itu semua untuk kebaikan para atlet agar tujuan mereka tercapai,” Imbuhnya menegaskan

Aturan yang dibuat Hendry Saputra cukup jelas dan matang. Biarpun demikian, bagi atlet yang sudah menginjak kepala 3, hal itu bisa dimaklumi. Jika dilarang juga menurutnya itu tidak baik juga.

“Tujuan saya jelas. Kalau atletnya masih muda dan belum matang, saya akan melarang pacaran terlebih dahulu. Namun, kalau atletnya sudah berumur 30 tahun terus tidak boleh pacaran, kan tidak boleh seperti itu juga,” ujar Hendry menjelaskan.

Pos terkait