Tiga Negara Ini Jadi Referensi Penikmat Kopi

coffeeland.co.id

Gempita.co-Kopi tak bisa dipisahkan dari keseharian. Minuman berwarna hitam memiliki rasa yang khas, antara satu tempat atau negara. Kopi juga menjadi pelengkap saat kita bersosialisasi.

Inilah tiga negara yang memiliki sajian kopi terbaik sebagai referensi bagi penikmat kopi, dilansir Gempita.co dari berbagai sumber:

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Turki
Turki yang ada di Timur Tengah memiliki budaya turun menurun soal kopi. Di sana sudah mengenal kedai kopi sejak dahulu. Kahvehane (kedai kopi) atau Cay bahCesi (kebun teh) untuk secangkir teh, adalah pelengkap orang bergosip. Pelengkap aktivitas nongkrong itu yakni nargile (hookah) yang dikemas dengan tembakau apel, bagian dari filosofi terkenal Turki bernama keyif berarti hidup dengan mudah.

Kopi di Turki punya sejarah panjang dan rumit hingga ada adat pemilihan istri terkait itu. Bagaimana cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Bir kahve lutfen. Kopi khas Turki: Turk Kahve.

Jepang
Gelombang pertama persebaran kopi di Jepang pasti mengacu pada kissaten. Itulah kedai kopi sebelum adanya kafe seperti saat ini. Kopi di negara ini sering disajikan dalam metode pour over atau siphon. Ada pula sajian dari biji kopi house blend (burendo kohi dalam Bahasa Jepang) dengan sangrai dark roast yang ditemani semangkuk krim.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Kohi o kudasai. Kopi khas Jepang: Pour-over.

Italia
Orang Italia sangat menyukai kopi dan mungkin kita menganggap merekalah penciptanya. Hasrat mereka terhadap biji kopi telah menginspirasi budaya kopi yang tiada duanya di dunia. Kopi pertama kali dikirim ke Venesia pada abad ke-16 dan menyebabkan kegemparan dan hampir dilarang. Biji itu disebut anggur orang Arab dan dianggap sebagai penemuan setan.

Namun, ketika Paus Klemens VIII mengakui kegemarannya minum kopi, stigma buruk itu surut dengan cepat. Lalu, sebuah kedai kopi segera dibuka di Piazza San Marco Venesia pada tahun 1683. Seiring waktu, setiap kota mengembangkan gayanya sendiri. Di Trentino, mintalah cappuccino Viennese, sajian kopi berbusa bercampur cokelat dan kayu manis.

Di wilayah Marche, berhentilah untuk minum kopi espresso dengan rasa aniseed, dan di Sisilia Anda akan menemukan caffe d’u parrinu, kopi yang dibumbui dengan cengkeh, kayu manis, dan bubuk cokelat. Ritual seputar menikmati kopi juga dikembangkan, seperti praktik Neapolitan caffe sospeso. Anda akan membayar dua kopi tapi satu ditinggalkan agar dinikmati oleh orang asing secara gratis.

Tahun 1906 espresso khas Italia diperkenalkan. Ini bagian keajaiban teknologi mesin espresso. Lantas, bagaimana cara memesan kopi dalam bahasa lokal? Un caffe/macchiato/cappuccino/caffe latte per favore. Kopi khas Italia: Espresso.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali